TUPRO  Konstruksi Penahan Tanah Lonsor

      Musim hujan selalu menjadi momok yang mengkhawatirkan untuk wilayah yang berpotensi longsor di Indonesia. Kekhawatiran ini memang beralasan karena menurut data BNPB dari 1 januari 2019 sampai dengan 2 Desember 2019, total bencana yang terjadi mencapai 3,415 kejadian. Sedangkan untuk bencana tanah longsor sendiri mencapai 669 kali. Dari data terebut, dapat disimpulkan bahwa  bencana tanah longsor cukup sering terjadi di wilayah Indonesia. Kontur tanah di wilayah Indonesia memang lebih dari 40% memiliki potensi longsor, sehingga perlu perhatian khusus untuk mencegah atau menanggulangi bahaya bencana ini.

      Kini telah hadir teknologi baru untuk pencegahan tanah longsor yang diberi nama TUPRO. Teknologi ini diadopsi dari teknologi yang berkembang di Jepang dan telah diproduksi 100% di Indonesia. Dasar teknologi TUPRO ini adalah memadukan seni menyusun batu yang sudah lama diimplementasikan dalam pembangunan kastil-kastil di Jepang, dengan teknologi modern yang mengikat batu batu tersebut dengan produk precast yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat mengikat satu sama lain, sekaligus memiliki ruang gerak untuk beradaptasi dengan kondisi tanah yang beragam dan juga memiliki nilai estetika yang tinggi.

 

          

     TUPRO (TUrap PROgresif) dikembangkan pertama kali di Jepang dengan nama “Branch Block Method”, yaitu  turap batu dengan pengikat blok beton bercabang. Merupakan dinding penahan tanah bersandar dengan titik konstruksi utama:

1. Blok beton bercabang sebagai pengikat susunan batu.

2. Blok beton satu dengan yang lain tidak tersambung dengan ikat mati (saling menempel / lapping) sehingga TUPRO bisa fleksibel.

3. Batu pengisi ditata dengan seni menyusun batu ala Jepang  “ishizumi method” yang membuat struktur stabil dan tidak mudah lepas.

 
 
          

      Konstruksi batu bukan hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga kuat karena batu tidak lapuk  oleh perubahan waktu. Batu yang tersusun memiliki celah dan pori-pori yang akan  mendistribusikan air tanah sehingga keseimbangan tekanan aktif dan tekanan pasif terjaga. 

 

                    

      Masing-masing blok tersambung dengan gesekan rusuknya (lapping point). Ketika tanah bergerak selama lapping  masih ada, akan tetap bertahan sehingga bisa menyesuaikan dengan gesekan tanah. Karena  itu TUPRO  mampu bertahan lama meskipun digunakan di tanah ekspansif.

      TUPRO  dapat dipasang berbagai lokasi untuk menahan tanah longsor di lereng tol, sungai, gunung, dan tanah timbunan.